Memperkirakan ambang batas pendengaran
menggunakan pengukuran elektrofisiologi
pada bayi, anak-anak dan pasien yang sulit
untuk dites, adalah tugas yang menantang.
ABR sudah digunakan untuk pengukuran
elektrofisiologi sejak 30 tahun yang lalu.
Bagaimanapun juga, ada beberapa keterbatasan
dalam ketelitian dan derajat gangguan
pendengaran yang dapat diperkirakan.
ASSR adalah yang diperoleh dengan pengaturan nada yang dapat digunakan untuk memperkirakan kepekaan pendengaran pasien di semua usia. Hal ini akan menghasilkan perkiraan ambang dengar di frekwensi tertentu, dan disebut "Estimated Audiogram".
Sistem ASSR memberikan informasi ambang dengar pada frekwensi yang spesifik dalam bentuk sebuah audiogram yang merupakan suatu alat untuk mempermudah keberhasilan fitting alat bantu dengar. Keuntungan lain yang lebih daripada ABR adalah dapat bekerja dengan waktu yang lebih efisien selama megukur ambang dengar untuk frekwensi yang berbeda secara serentak.
Meskipun ASSR diakui secara luas sebagai perkiraan ambang dengar dengan standar baru tetap saja harus SELALU di periksa lagi dengan metode tes lain seperti Auditory Brainstem Response, Otoacoustic Emissions, Tympanometry, Acoustic Reflex dan Visual Reinforcement Audiometry.